Amerika Sedang Menguji Senjata Hypersonic

Amerika Sedang Menguji Senjata Hypersonic

Amerika Sedang Menguji Senjata Hypersonic – Amerika Sindikat lalu melajukan pengetesan persenjataan hipersonik. Apalagi, terdapat arketipe senjata dari program yang diumumkan menyudahi satu tahun kemudian.

Pengetesan terkini dibeberkan Castelion pada Senin( 11 atau 3 atau 2024) siang durasi Washington ataupun Selasa dini hari Wib. Industri rintisan itu memublikasikan pengetesan peluncur hipersonik.

“ Percobaan melambung yang awal ini, yang awal dari banyak yang direncanakan pada tahun ini, membuktikan pendekatan pengembangan kita yang cepat. Pengetesan ini pilar asal usul besar untuk industri,” tutur CEO Castelion, Bryon Hargis.

Castelion mencoba perangkatnya Sabtu kemudian. Tidak terdapat peledak dibawa fitur ciptaan Castelion. Industri itu memperoleh 14, 2 juta dollar AS dari Andreessen Horowitz serta Lavrock Ventures buat modal pengetesan. Semenjak Juni 2023, Castelion telah kesekian kali mencoba perangkatnya.

Castelion berupaya bersaing dengan 2 raksasa pertahanan AS, Raytheon serta Lockheed Martin. Tujuan kompetisi itu buat memperoleh kontrak miliaran dollar AS dari Unit Pertahanan AS.

Pengetesan fitur Castelion dicoba pada hari Stratolaunch meluncurkan pesawatnya, Talon- A. CEO Stratolaunch, Zachary Krevor, mengatakan kalau pesawat nirawak itu pula diklaim dapat menggapai kecekatan hipersonik.

Krevor tidak menguak dengan cara tentu kecekatan serta ketinggian yang digapai Talon- A. Perihal yang nyata, Talon- A dikeluarkan di hawa. Buat menggapai posisi peresmian, Talon- A dibawa ROC, ialah pesawat bermesin 6 serta 2 tubuh.

Percobaan coba Talon serta Castelion dicoba sebagian hari sehabis Angkatan Hawa AS membuktikan arketipe AGM- 183. Peluru kendali itu diucap salah satu arketipe senjata hipersonik AS.

AS membuktikan peluru kendali itu di Sariawan. Beberapa angkatan AS nampak belajar memasang peluru kendali itu di pesawat pengebom B- 52.

Dalam gambar yang ditayangkan Angkatan udara(AU) AS, nampak peluru kendali itu dipasangi asal meletup. Cuma saja, tidak terdapat uraian tipe asal meletup di peluru kendali itu. Angkatan udara(AU) AS cuma mengatakan, bimbingan itu buat menyesuikan gerombolan AS pada persenjataan hipersonik.

Percobaan coba dicoba nyaris satu tahun sehabis program AGM- 183 diklaim menyudahi. Kala itu, Dephan AS merumuskan program itu susah dijalani.

Berlainan dari Rusia serta Cina, AS belum sempat membuktikan persenjataan hipersonik yang betul- betul sedia dioperasikan. Sedangkan Rusia memiliki beberapa peluru kendali hipersonik serta diklaim sudah sedia ditembakan bila juga.

Rusia memublikasikan kapal perangnya balik mengarah Indo- Pasifik.

Kapal perang itu mengawali pelayaran dari Rusia mengarah Samudra Atlantik kemudian ke Samudra Hindia.

” Hari ini, fregat Admiral Armada Soviet Gorshkov dengan bibir69 peluru kendali hipersonik tsirkon mengawali pelayaran jarak jauh mengarah Samudra Atlantik serta Samudra Hindia, pula( melampaui) Laut Tengah,” ucapnya begitu juga diambil alat Rusia, Tass.

Pelayaran kali ini bukan tujuan kesatu fregat itu ke Indo- Pasifik. Pada April 2019, kapal perang itu turut bimbingan perang bersama angkatan laut Cina di Laut Kuning.

Laut itu tercantum bagian tengah area yang diformulasikan selaku Indo- Pasifik. Area itu ialah bagian Alam yang terdapat di Samudra Hindia sampai samudra Pasifik. Indo- Pasifik menghampar dari pantai timur Amerika sampai pantai barat Afrika.

Dalam pelayaran 2019, tidak terdapat penjelasan apakah Admiral Gorshkov dilengkapi peluru kendali hipersonik tsirkon ataupun tidak. Sedangkan dalam pelayaran kali ini, Departemen Pertahanan Rusia menerangkan tsirkon jadi salah satu tipe peluru kendali yang dibawa kapal perang yang diucap kategori fregat tercanggih Rusia itu.

Tidak hanya tsirkon, Admiral Gorshkov pula dilengkapi peluru kendali kalibr. Dicoba awal kali di Suriah, kalibr menguatkan nama baik selaku peluru kendali laut ke bumi sepanjang perang Ukraina. Fregat itu pula dilengkapi peluru kendali antikapal Oniks serta peluru kendali laut ke hawa Poliment- Redut. Tsirkon, Kalibr, serta Poliment- Redut ialah persenjataan terkini Rusia.

” Kapal ini sudah dilengkapi peluru kendali tsirkon, kalibr, pertahanan hawa, torpedo, serta artileri. Badan kapal ini sedia melaksanakan kewajiban tempur,” ucap panglima kapal itu, Kapten Igor Krokhmal, begitu juga diambil Rossiya 24.

Putin mengatakan fregat yang tercantum cetak biru 22350 itu lagi disiapkan buat pelayaran jauh.

Dilengkapi dengan rudal- rudal terkini, fregat itu melampaui 2 ajang. Dari Rusia, kapal perang itu melayari Samudra Akrtik mengarah Samudra Atlantik. Semenjak Perang Bumi II berakhir, kedua samudra itu sudah jadi arena kompetisi Uni Soviet kemudian Rusia dengan Amerika Sindikat serta sekutunya. Pakta Pertahanan Atlantik Utara( NATO) dibangun sebab kompetisi itu.

Bersumber pada pemberitahuan Shoigu, arah Admiral Gorshkov kali ini efisien mengitari semua area NATO. Karena, dari Atlantik, kapal itu mengarah Laut Tengah saat sebelum mengarah Samudra Hindia. Laut Tengah efisien diucap laman balik NATO.

Dari ajang lama di Atlantik, kapal itu meneruskan pelayaran ke ajang terkini di Indo- Pasifik. Kedatangan Admiral Gorshkov kali ini membuat 2 negeri owner hipersonik bekerja di Indo- Pasifik. Tidak hanya Rusia, senjata hipersonik telah dioperasikan Cina. Sedangkan AS serta beberapa negeri lain sedang berupaya meningkatkan persenjataan yang di atas kertas tidak dapat ditangkal sistem pertahanan hawa apa juga buat dikala ini.

Admiral Gorshkov bukan kapal perang awal dari Eropa yang mengarah bagian barat Indo- Pasifik. Inggris, Perancis, serta Jerman telah lebih dahulu hilir- mudik melaut di area ini. Sehabis mengirim kapal biangnya pada 2021, London menaruh 2 kapal perangnya dengan cara permanen di Indo- Pasifik mulai 2022.

Saat sebelum itu, kapal- kapal perang Inggris lebih banyak terletak di dekat Laut Arab. Dengan cara geografis, beberapa negeri Timur Tengah sedang tercantum Indo- Pasifik. Tidak hanya Inggris, terdapat Jerman yang mengirimkan fregat ke Indo- Pasifik pada 2022.

Arah fregat Bayern hampir serupa dengan yang hendak ditempuh Admiral Gorshkov, ialah Samudra Arktika- Samudra Atlantik- Laut Tengah- Samudra Hindia. Kelainannya, Bayern meneruskan pelayaran ke Laut Cina Selatan. Sedangkan kali ini belum terdapat data arah Admiral Gorshkov sehabis dari Samudra Hindia.

Inspektur Angkatan Bersenjata Jerman Jenderal Eberhard Zorn berkata, Berlin hendak tingkatkan mobilisasi kapal perang ke Indo- Pasifik. Jerman hendak lebih aktif di area, antara lain, dengan turut bermacam bimbingan kombinasi.

Walaupun begitu, Zorn menyangkal berpendapat pertanyaan mungkin Jerman mengirim kapal perang melewati Antara Taiwan. Karena, rumor itu sensitif serta wajib diputuskan amat hati- hati oleh semua bagian pemilik ketetapan paling tinggi Jerman.” Kita tidak ingin mengompori siapa juga,” ucap komandan angkatan bersenjata Jerman itu.

Tidak hanya Inggris serta Jerman, terdapat Perancis yang semenjak lama bekerja di Pasifik serta Hindia. Karena, Perancis memiliki area di Pasifik. Semenjak lama Paris pula menaruh kapal perang di dekat Laut Arab sampai Teluk Aden.

Hingga 5 tahun kemudian, tujuan kapal- kapal perang itu tidak diucap dalam kerangka Indo- Pasifik. Misinya fokus pada langlang teratur yang, antara lain, berbentuk pemberantasan meniru laut.

Sehabis rancangan Indo- Pasifik digencarkan, tujuan itu dibingkai dalam kerangka kompetisi AS serta sekutunya dengan Cina. Rusia semenjak lama menyangkal rancangan Indo- Pasifik yang ditatap Moskwa selaku usaha Washington memunculkan ketegangan geopolitik terkini.