Florida Larang Anak di Bawah 14 Tahun Bermedia Sosial

Florida Larang Anak di Bawah 14 Tahun Bermedia Sosial

Florida Larang Anak di Bawah 14 Tahun Bermedia Sosial – Undang–undang yang diucap HB3 itu dikeluarkan Gubernur Florida Ron DeSantis, Senin( 25 atau 3 atau 2024), di Miami. Lebih dahulu, ia menyangkal usulan pantangan seragam dengan lebih banyak pemisahan.

Kita wajib mengutip tahap untuk kanak- kanak kita,” tutur Pimpinan DPR Negeri Bagian Florida Paul Renner dikala penandatanganan usulan hukum.

Renner beriktikad hukum itu hendak lekas digugat para pebisnis alat sosial.” Kita hendak menaklukkan petisi mereka serta kita tidak hendak menyudahi,” ucapnya.

DeSantis berkata, hukum itu hendak diucap melanggar Amendemen Awal, ialah independensi beranggapan. Dalam peraturan terkini itu, industri alat sosial wajib menghilangkan akun kepunyaan kanak- kanak di dasar umur 14 tahun. Walaupun begitu, owner akun diberi durasi 90 hari buat menggugat penghapusan akun itu.

Kanak- kanak umur 14- 5 tahun sedang bisa mempunyai akun alat sosial dengan persetujuan serta sepengetahuan orangtua. Ini salah satu ketentuan bonus yang lebih dahulu tidak terdapat dalam dokumen dini hukum.

Peraturan itu tidak mengatakan dengan cara nyata alat sosial apa yang terserang pantangan. Hukum itu pula melingkupi batas untuk konsumen buat memandang konten, kegiatan orang lain, algoritma individu, dan tampilan- tampilan yang membuat tergila- gila, semacam penjelajahan tanpa batasan serta pemberitahuan.

Tiap industri alat sosial bisa didenda 10. 000 dollar AS( Rp 155 juta) buat tiap pelanggaran bila tidak ingin menghilangkan akun kanak- kanak begitu juga dimohon orangtua ataupun orang tua mereka. Orangtua ataupun orang tua bisa memohon penghapusan suatu akun yang wajib ditindaklanjuti dalam 5 hari kegiatan.

Unit Hukum Negeri Bagian Florida bisa menjatuhkan kompensasi sampai 50. 000 dollar AS( Rp 775 juta) buat masing- masing pelanggaran bila program alat sosial tidak menaati ketentuan itu.

Meta, benih industri Instagram serta Facebook, menentang hukum itu. Meta melaporkan UU itu hendak menghalangi edukasi orangtua serta kerahasiaan informasi sebab data individu yang diadakan konsumen wajib diverifikasi umurnya.

Khara Boender, Ketua Kebijaksanaan Federasi Pabrik Pc serta Komunikasi, berkata dalam brosur pers, ia menguasai usaha membagikan proteksi kepada konsumen internet, namun meragukan apakah undang–undang terkini itu hendak efisien.” Apakah UU dapat mencegah anak–anak tanpa melanggar Amendemen Awal untuk konsumen internet umur muda,” tuturnya.

Keberatan pula di informasikan Net Choice, golongan pabrik teknologi, yang mengancam ketentuan terkini yang diucap melawan Konstitusi AS.” HB3 hendak mendesakkan pemakaian bukti diri untuk pengguna internet di Florida yang hendak berselancar di bumi maya, berapa juga umur mereka,” tutur Net Choice dalam penjelasan tercatat.

Ketentuan HB3 itu diprediksi hendak lekas menemukan petisi dari pihak yang menyangkal. Pihak yang keberatan melaporkan, penguasa tidak sepatutnya ikut serta dalam perjanjian antara orangtua serta anak, tercantum dalam pemakaian internet serta alat sosial.

Itu hak untuk tiap masyarakat negeri Amerika Sindikat tanpa batasan umur,” tutur Boender.

Dalam dokumen dini UU dituturkan, anak di dasar umur 16 tahun dilarang membuat akun alat sosial yang mempunyai bentuk yang bisa membuat tergila- gila serta menjajaki kegiatan konsumen. DeSantis berlagak skeptis kepada sedikitnya keikutsertaan orangtua dalam pengawasan anak dalam usulan dini. Kesimpulannya DeSantis memveto usulan dini itu pada 1 Maret 2024.

Badan Badan legislatif Florida dari Partai Demokrat, Anna bibir69 Eskamani, berkata, dalam brosur pers, dari mencegah akses alat sosial, lebih bagus tingkatkan pengawasan orangtua, menguatkan akses ke pangkal informasi, mengakhiri bintang film kejam, serta membenarkan pemodalan dalam program kesehatan psikologis di Negeri Bagian Florida.

Pantangan kanak- kanak bermedia sosial sudah diberlakukan di beberapa negeri bagian di AS. Utah jadi negeri bagian awal yang mencegah konsumen anak semenjak Maret 2023. Di California, delegasi orang setempat menghasilkan pemisahan pemakaian sosial alat untuk anak yang legal mulai Januari 2025. Ketentuan semacam di Arkansas serta Ohio sedang tertunda penerapannya sebab mengalami petisi hukum.

UU yang legal mulai 7 Maret 2024 itu bermaksud memudahkan warga beralih layanan digital serta berikan opsi buat layanan lebih ekonomis, apalagi free.

Komisi Eropa pada Senin( 25 atau 3 atau 2024) melaporkan, perusahaan- perusahaan yang tercantum selaku” pengawal gapura” itu bisa dikenai kompensasi besar bila teruji melanggar Hukum Pasar Digital( DMA). Kompensasi itu bisa menggapai 10 persen dari omzet tahunan industri dengan cara garis besar.

Ada 6 industri teknologi yang diucap selaku” pengawal gapura” di Uni Eropa, ialah Alphabet, Amazon, Apple, ByteDance, Meta, and Microsoft. Mereka raksasa teknologi yang sediakan teknologi digital inti yang dipakai bisnis- bisnis lain, semacam mesin pelacak, aplikasi percakapan, serta alat sosial.

Perusahaan- perusahaan itu melaporkan sudah berikan lebih banyak opsi pada konsumen serta kompetitor. Tetapi, Komisi Eropa berprasangka sebagian industri belum seluruhnya taat.

Pelacakan tengah dicoba terpaut dakwaan kalau perusahaan- perusahaan itu menghalangi opsi konsumen. Ada pula kebimbangan kebijaksanaan yang memforsir konsumen melunasi bila tidak mau informasi pribadinya dipakai selaku target promosi.

Salah satu pelacakan itu menelaah apakah Google serta Apple telah berikan independensi konsumen memakai aplikasi lebih ekonomis di luar aplikasi yang ada di gerai mereka.

Komisi Eropa berprasangka kedua industri itu meresmikan bermacam pemisahan. Salah satunya melimpahkan bayaran kesekian yang membuat developer aplikasi saingan susah mengiklankan ijab dengan cara leluasa di ekosistem mereka.

Delegasi Kepala negara Komisi Eropa Margrethe Vestager berkata sudah menyambut keluhkesah yang mengatakan perusahaan- perusahaan teknologi itu tidak taat.” Hari ini, kita menyudahi buat menyelidiki beberapa asumsi permasalahan ketidakpatuhan ini. Kala kita menciptakan permasalahan lain, kita hendak menanganinya pula,” tuturnya di Brussels.

Pemberlakuan DMA ditaksir sangat kilat, cuma 2 minggu sehabis diresmikan. Perihal ini jadi salah satu alibi antipati dari golongan pabrik teknologi semacam Federasi Pabrik Pc& Komunikasi, yang berplatform di Washington.

Dalam statment, federasi itu berkata terdapat opini Komisi Eropa sangat kilat mengutip aksi. Pemberitahuan diserahkan apalagi dikala sanggar kerja pertanyaan DMA sedang berjalan.” Di luar hasilnya, tahap ini dikhawatirkan hendak menerangkan asumsi kalau cara disiplin kepada DMA bisa jadi dipolitisasi,” begitu statment itu.

Terpaut perihal ini, komisioner Eropa buat Pasar Dalam, Thierry Breton, berkata, pelacakan itu sepatutnya tidak mencengangkan.” Hukum merupakan hukum. Kita tidak dapat cuma bersandar bungkam serta menunggu,” tuturnya.

Perusahaan- perusahaan teknologi itu sudah diperintahkan buat mempersiapkan beberapa akta untuk ditilik Komisi Eropa dalam pelacakan.

Google tengah dalam pengawasan kencang terpaut dakwaan tidak menaati determinasi DMA mengenai memusatkan konsumen mengenakan aplikasi dalam prioritas mereka sendiri dan melepaskan aplikasi saingan dari developer lain. Terdapat asumsi aplikasi dari developer lain tidak diperlakukan dengan metode yang seimbang serta nondiskriminatif cocok ketentuan DMA.

Google berkata, buat menaati DMA, mereka sudah membuat pergantian penting pada aplikasinya di Eropa.” Kita hendak lalu menjaga pendekatan kita dalam sebagian bulan kelak,” tutur Ketua Regu Pertandingan Google Oliver Bethell.

Buat Apple, Komisi Eropa menyelidiki apakah industri itu sudah lumayan mempermudah konsumen iPhone buat bertukar aplikasi peramban( browser) halaman. Pengecekan melingkupi apakah Apple sudah menaati peranan memperbolehkan konsumen supaya gampang menghilangkan aplikasi di sistem pembedahan iOS, mengganti pengaturan iOS, ataupun mengakses layar opsi buat berpindah ke mesin pelacak dari rivalnya.

Pancaran lain buat Apple merupakan terdapatnya asumsi Apple memusatkan konsumen iPhone buat cuma memakai aplikasi penciptaan Apple. Industri itu dituduh mempraktikkan batas buat membatasi developer aplikasi di luar ekosistem Apple dengan beraneka ragam metode.