Dua Dinasti Politik di Pakistan Berkoalisi

Dua Dinasti Politik di Pakistan Berkoalisi

Dua Dinasti Politik di Pakistan Berkoalisi – Sehabis dibayangi kesuntukan, Partai Orang Pakistan( PPP) serta Aliansi Mukmin Pakistan- Nawaz( PML- N) akur buat berkoalisi membuat rezim terkini pascapemilihan biasa Pakistan. Keduanya dikabarkan meluluskan menunjuk Shehbaz Sharif, Kesatu Menteri Pakistan 2022- 2023, buat berprofesi balik.

Berita perjanjian itu di informasikan ahli ucapan PML- N, Marriyam Aurangzeb, Selasa( 13 atau 2 atau 2024) malam durasi setempat. Beliau unggah data di program X kalau Shehbaz Sharif dinominasikan selaku kesatu menteri( PM).” Calon kesatu menteri dari PML- N merupakan Shehbaz Sharif,” tuturnya.

Rapat pers pada Selasa malam dihadiri oleh perwakilan PML- N, PPP, serta 2 partai yang lain. Sharif mengklaim pertemuan itu menggantikan 2 pertiga badan parlemen yang sudah memperoleh bangku.

Seusai pertemuan, Delegasi Pimpinan PPP Asif Ali Zardari melaporkan, ketetapan buat berkoalisi membuat rezim merupakan usaha mereka supaya negeri itu lekas pergi dari kesuntukan pascapemilu. Hendak namun, ia tidak mengatakan julukan khusus buat mendiami bangku PM.

Pimpinan PPP Bilawal Bhutto Zardari lebih dahulu berkata mau bapaknya berprofesi PM ataupun kepala negara. Bilawal merupakan putra Asif Ali Zardari serta Benazir Bhutto.

Aku mengatakannya sebab negeri ini lagi dalam darurat besar, serta bila terdapat orang yang sanggup mematikan api, beliau merupakan Asif Ali Zardari,” tuturnya.

Pascapemungutan suara, partai- partai butuh berkoalisi sebab tidak terdapat satu juga yang sukses jadi penguasa bangku kebanyakan di parlemen. Partai menginginkan paling tidak 134 bangku buat dapat membuat rezim hasil penentuan.

Sepanjang ini, Partai Pakistan Tehreek- e- Insaf( PTI) yang dibuat mantan PM Imran Khan sedang mengetuai akuisisi bangku parlemen, ialah 101 bangku. Ada pula PPP serta PML- N tiap- tiap menemukan 80 bangku serta 54 bangku. Akuisisi itu membuat PML- N serta PPP mempunyai lumayan bangku buat membuat rezim terkini.

PPP serta PML- N luang mempersilakan PTI buat berasosiasi bibir69 dalam aliansi partainya serta memberi kewenangan. Hendak namun, PTI memilah buat berasosiasi dengan partai yang berplatform agama serta menyangkal bujukan kedua partai besar itu.

” Kita tidak hendak bersandar bersama PML- N ataupun PPP,” tutur Imran Khan, yang tengah menempuh ganjaran bui.

Khan memperhitungkan, pemilu itu tidak berjalan demokratis serta hendak menggugatnya di Dewan Agung Pakistan. Ada banyak dakwaan hal ketakjujuran serta akal busuk hasil pemilu sehabis pihak berhak memadamkan jaringan telepon seluler pada hari pemungutn suara dengan alibi keamanan. Enumerasi suara menyantap durasi lebih dari 24 jam.

Sharif menyongsong sokongan yang didapatnya dari kedua partai besar itu serta beberapa partai yang lain. Ia berkata, perjanjian itu dibutuhkan sebab esoknya rezim terkini Pakistan hendak mengalami tantangan yang tidak gampang, spesialnya pertanyaan ekonomi.

Negeri berpenduduk 241 juta jiwa itu lagi bergulat dengan darurat ekonomi di tengah lambatnya perkembangan serta tingginya inflasi, dan melonjaknya kekerasan oleh golongan agresif. Buat sedangkan, Pakistan dapat menjauhi kandas beri uang sehabis menemukan anggaran talangan sebesar 3 miliyar dollar AS yang dikucurkan Anggaran Moneter Global.

Hendak namun, sokongan itu hendak selesai pada Maret 2024. Pakistan juga menginginkan rezim terkini secepatnya buat dapat melaksanakan program perekonomian yang lebih penting untuk menjauhi terbentuknya darurat yang lebih dalam.

Para analis berambisi pemilu lekas menciptakan pemecahan untuk darurat yang tengah dialami oleh Pakistan. Hendak namun, keretakan antarpolitisi serta mungkin masuknya tentara ke dalam politik hendak berarti lebih banyak ketidakstabilan.

Tidak terdapat satu juga partai Pakistan penuhi ketentuan buat membuat sendiri rezim. Tentara, aspek berarti di politik Pakistan, menyarankan aliansi lekas dibangun.

Sampai Sabtu( 10 atau 2 atau 2024) petang durasi Islamabad, Dawn serta Mimbar memberi tahu telah 253 bangku parlemen telah ditentukan pemenangnya. Dengan begitu, tertinggal 13 bangku lagi belum didetetapkan pemenangnya.

Bagi 2 alat Pakistan itu, Partai Pakistan Tehreek- e- Insaf( PTI) terkini ditentukan mencapai 92 bangku. Ada pula Aliansi Mukmin( PML) terkini ditentukan mencapai 71 bangku. Sedangkan Partai Orang Pakistan( PPP) cuma mencapai 54 bangku. Sisa bangku didapat oleh partai ataupun calon yang tidak terafiliasi dengan 3 partai itu.

Mantan Kesatu Menteri Pakistan sekalian figur penting PML, Nawaz Sharif, membenarkan butuh berkoalisi.” Kita tidak memiliki lumayan kebanyakan buat melaksanakan rezim seorang diri. Sebab itu, kita mengundang partai serta calon lain buat berasosiasi bersama kita,” ucapnya.

Pejabat beberapa partai lain diucap telah menghadiri Kantor Pusat DPP PML di Lahore pada Jumat( 9 atau 2 atau 2024) malam. Sampai Sabtu siang, belum terdapat berita pertanyaan perjanjian pembuatan rezim.

Tidak terdapat informasi pertanyaan kehadiran pejabat PPP serta PTI dalam rapat di kantor pusat PML. Pimpinan Aspek Hukum PTI Gohar Ali Khan justru melaporkan, PTI tidak butuh berkoalisi buat membuat rezim. Bersumber pada enumerasi dalam, PTI mengklaim mencapai 170 bangku di parlemen.

Beliau pula mengatakan, para kandidat PTI hendak berunjuk di kantor komisi penentuan biasa pada Pekan( 11 atau 2 atau 2024) pagi. Mereka menentang kelambanan enumerasi suara.

Kepala negara Pakistan Alif Alvi berkata, enumerasi suara dapat kilat seandainya pemilu mengenakan sistem pemungutan suara elektronik. Hasil pemilu di tiap tempat pemungutan suara dapat dikenal dalam hitungan menit sehabis pemungutan suara ditutup.

PTI dibuat serta dikendalikan Imran Khan semenjak 1996. Sedangkan PPP dikendalikan keluarga Bhuto. Melalui Zulfikar Ali Bhuto serta Benazir Bhuto, keluarga itu mengetuai Pakistan dari bangku kepala negara serta PM. Cucu Zulfikar, Bilawal, saat ini jadi pejabat PPP.

Sharif, Bhuto, serta Khan dapat jadi PM sebab awal mulanya melindungi ikatan dengan tentara. Dikala ikatan memburuk, mereka dikudeta tentara. Sharif justru dikudeta 3 kali serta tidak kapok berkoalisi dengan tentara.

Aliansi terbarunya dicoba kala menggelindingkan Khan pada 2023. Sehabis itu, bersama bermacam petugas negeri, PML serta tentara mati- matian memencet PTI. Khan dibekuk serta saat ini menempuh ganjaran 31 tahun bui.

Para politisi PTI dilarang mencalonkan diri dari partai itu. Sebab itu, para caleg PTI maju selaku calon perseorangan. Walaupun begitu, PTI dapat bertahan dari beraneka ragam titik berat itu.

Sedangkan Komandan Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Asim Munir berkata, pemilu telah berakhir. Sebab itu, partai- partai diharapkan menyisihkan perbandingan kemudian bersuatu membuat rezim.

” Pemilu bukan pertanyaan pertandingan memanglah takluk semata. Bangsa kita menginginkan tangan yang normal serta penyembuhkan buat meninggalkan penghadapan serta kekacauan politik,” ucapnya semacam tertera dalam statment tercatat tentara Pakistan.

Belum terdapat informasi pertanyaan partai mana hendak disokong tentara buat membuat rezim. Sepanjang puluhan tahun, Pakistan amat bersahabat dengan kudeta tentara.

Sedangkan itu, Amerika Sindikat bersama Inggris serta Uni Eropa mendesak pelacakan bebas pada cara pemilu Pakistan. London melaporkan amat prihatin pada asumsi ketakjujuran di pemilu Pakistan. Salah satu pancaran London serta Washington merupakan layanan internet serta telepon seluler dihentikan pada hari pemungutan suara.

Penjabat Menteri Dalam Negara Pakistan Gohar Ejaz membenarkan terdapat penghentian itu. Bagi ia, ketetapan susah itu terdesak didapat buat menghindari penyebaran acuman serta informasi dusta pada hari pemungutan suara.

” Kita siuman penghentian layanan komunikasi seluler dapat berakibat pada cara pengiriman hasil enumerasi suara. Walaupun begitu, pilihannya merupakan janji hasil pemilu ataupun keamanan masyarakat,” ucapnya.

Ada pula Departemen Luar Negara Pakistan melaporkan, pemilu Pakistan dipantau oleh pihak- pihak bebas. Sebab itu, tidak dibutuhkan pelacakan semacam dimohon AS, Inggris, serta UE.