Kejahatan Perang Yang Di Lakukan Israel

Kejahatan Perang Yang Di Lakukan Israel

Kejahatan Perang Yang Di Lakukan Israel – Serbuan Israel ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin butuh diselidiki. Terdapat dugaan pelanggaran Kesepakatan Geneva dalam serbuan yang membunuh 3 orang tersebut.

Desakan penyelidikan di informasikan ahli hukum dari Inggris serta Amerika Serikat. Dari AS, desakan di informasikan dosen Princeton University, Kenneth Roth.” Butuh penyelidikan atas pembunuhan oleh Israel terhadap 3 orang di rumah sakit Tepi Barat,” tulis mantan Direktur Eksekutif Human ( 31/ 1/ 2024).

Dia merujuk pada serbuan tim pasukan Israel ke Rumah sakit Ibnu Sina di Jenin pada Selasa( 30/ 1/ 2024). Dalam rekaman kamera pengawas nampak, mereka masuk dengan menggunakan pakaian perawat. Sebagian lagi menggunakan pakaian wanita serta berkerudung.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir memberikan rekaman video serbuan itu ke media sosial.” Selamat atas pembuktian kekuatan komando laut kepolisian Israel atas serbuan kemarin malam bersama Tzahal serta Shin Bet di kamp pengungsi Jenin yang sukses menumpas 3 teroris,” tulis Ben Gvir.

Statment itu menampilkan, serbuan ke Rumah sakit dicoba pasukan dari 3 unit berbeda. Shin Bet ialah tubuh intelijen serta keamanan dalam negara. Tzahal ialah istilah dalam bahasa Ibrani buat militer Israel, IDF. Serbuan pula mengaitkan anggota kepolisian Israel.

Roth menyebut, busana para penyerbu membuat Israel berpeluang dinyatakan mempraktikkan perihal yang diucap mengecoh dengan tujuan menyasar lawan. Protokol Bonus I Kesepakatan Geneva 1949 melarang serbuan dengan tata cara itu. Protokol itu melarang lawan dibunuh, dilukai, ataupun ditangkap dengan metode pengecohan semacam dicoba Israel di Rumah sakit tersebut.

Taktik Israel di Rumah sakit itu tidak cuma melanggar Kesepakatan Geneva. Taktik pula dapat membahayakan orang- orang yang betul- betul jadi tenaga kedokteran di Tepi Barat. Orang- orang itu dapat dicurigai selaku tentara Israel yang menyamar. Dampaknya, mereka dapat diserbu musuh Israel.

Permasalahan lain, tim pasukan Israel diprediksi mengeksekusi sasarannya. Sementara itu, para sasaran lagi dirawat.” Apalagi, bila juga orang- orang Palestina itu ialah milisi, dengan masuk ke Rumah sakit buat perawatan kesehatan, hingga ia memperoleh proteksi. Bila ia melaksanakan kesalahan, sepatutnya lumayan ditangkap, bukan ditembak( terlebih dieksekusi, ini kejahatan perang( oleh Israel),” lanjut Roth.

Dosen hukum pada Universitas Exeter di Inggris, Aurel Sari, pula menyoroti dugaan pelanggaran hukum perang dalam serbuan itu. Hukum internasional melarang pembunuhan penderita serta kombatan yang terluka ataupun sakit.” Mereka( sasaran serbuan Israel) tidak melaksanakan aksi kekerasan sehingga pembunuhan mereka merupakan pelanggaran hukum perang,” ucapnya.

Ahli hukum pada Oxford Institute for Ethics, Law& Armed Conflict, Janina Dill, pula menebak terdapat pelanggaran hukum dalam serbuan itu.” Pasukan Israel kayaknya melanggar larangan penyamaran serta pengecohan dalam konflik bersenjata. Pembunuhan pejuang luka yang tidak dalam keadaan siaga perang pula dilarang,” ucapnya.

Bagi pengelola Rumah sakit Ibnu Sina, segala sasaran lagi dirawat. bibir69 Mereka lagi di ranjang dikala tim pasukan Israel menyerbu kemudian menembak para sasaran. Segala sasaran serbuan ditembak di kepala.

Pada rekaman kamera pemantau di Rumah sakit nampak, salah satu sasaran telah meletakkan tangan di balik kepala. Laki- laki itu pula berlutut. Walaupun demikian, pasukan Israel senantiasa menembaknya di kepala.

Bagi Israel, 2 sasaran ialah anggota Jihad Islam serta satu lagi anggota Hamas. Mereka dinyatakan lagi merancang serbuan ke Israel. Sepenuhnya tergabung dalam Brigade Pejuang Jenin, aliansi kelompok perlawanan di Tepi Barat.

Salah satu korban dikenal bernama Muhammad Jalamneh( 27). Sedangkan 2 lagi ialah kakak beradik Basel Angkatan laut(AL) Ghazawi serta Muhammad Angkatan laut(AL) Ghazawi.

Jalamneh gugur bersama 2 temannya, Muhammad serta Basel Ayman Angkatan laut(AL) Ghazawi. Mereka merupakan pejuang martir,” demikian statment Hamas.

Sedangkan itu, bagi pengelola Rumah sakit, Basel lagi dirawat sebab terserang serpihan roket. Israel menembakkan roket itu ke Jenin pada 29 Oktober 2023.” Tidak sempat terdapat pembunuhan di dalam rumah sakit sebelummya. Terdapat penangkapan serta penyerangan, tetapi bukan pembunuhan,” demikian statment Rumah sakit Ibnu Sina.

Memanglah, bukan kali ini saja Israel menyerbu Rumah sakit Ibnu Sina serta Jenin. Kawasan di dekat Rumah sakit Ibnu Sina turut diserbu.

Dalam serbuan itu, Israel memakai pesawat nirawak. Pesawat menembak membabi buta ke bermacam penjuru. Israel pula menembakkan roket.

Departemen Kesehatan Palestina mengancam serbuan pada Selasa. Kemenkes Palestina pula menekan Perserikatan Bangsa- bangsa mendesak proteksi untuk sarana serta pekerja media.

Hukum internasional melindungi obyek sipil, tercantum rumah sakit,” demikian statment Kemenkes Palestina.

Sebagian jam selepas serbuan ke Jenin, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengklaim seperempat anggota Hamas sudah tewas serta paling tidak seperempat yang lain terluka.

Walaupun demikian, perang tidak hendak lekas berakhir dalam waktu dekat. Apalagi, Hamas dinyatakan hendak senantiasa terdapat.

Sebab itu, IDF dimohon tetap siap berperang. Bagi Gallant, IDF unggul sebab persenjataan serta perbekalan lebih banyak dari Hamas. Bermacam kelompok bersenjata Palestina dinyatakan kekurangan senjata sampai santapan.

Tidak cuma melawan Hamas, IDF pula dimohon bersiap melawan Hezbollah di Lebanon. Israel hendak tingkatkan kekuatan di perbatasan dengan Lebanon. Israel- Hezbollah silih serbu semenjak 8 Oktober 2023.

Sepanjang ini, Israel- Hezbollah masih melancarkan serbuan jarak jauh. Para pihak menerbangkan pesawat nirawak berpeledak sampai menembakkan rudal, roket, serta mortar.

Pada dini minggu ini, Hezbollah menembakkan roket Falaq- 1. Roket itu menyasar sarana IDF di wilayah dekat perbatasan Lebanon- Israel.

Pada pertengahan Januari 2024, bermacam pihak takut Israel- Hezbollah hendak kembali berperang. Bermacam pihak berupaya menghindari perang itu.

Kepala Staf IDF Herzi Halevi berkata, kesempatan perang di perbatasan Israel- Lebanon bertambah.” Aku tidak ketahui kapan perang di utara terjalin. Aku ketahui mungkin terbentuknya perang dalam sebagian bulan mendatang jauh lebih besar dibanding di masa kemudian,” ucapnya.

Lebih dari 200 orang, sebagian besar anggota Hezbollah, tewas di Lebanon selatan akibat serbuan Israel semenjak 7 Oktober 2023. Di sisi perbatasan Israel, 9 tentara serta 6 masyarakat sipil tewas, bagi pejabat Israel.

Serbuan Hamas serta kelompok bersenjata lain ke Israel membuat Israel marah besar. Direktur Mossad David Barnea telah sebagian kali melaporkan hendak memburu Hamas. Statment terkini di informasikan pada dini Januari 2024.

Barnea berkata, segala yang ikut serta dalam serbuan 7 Oktober 2023 hendak diburu. Tidak hanya ke Shin Bet serta Mossad, perintah perburuan diberikan pula ke Direktorat Intelijen IDF, Nyaman.

Perburuan tidak cuma dicoba pada orang- orang yang masuk ke Israel. Perburuan pula menyasar orang- orang yang tidak langsung menunjang serbuan itu.

Israel meyakinkan itu, antara lain, melalui serbuan ke Beirut, Lebanon, pada dini Januari 2024. Serbuan itu membunuh Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Saleh Mohammed Al- Arouri.

Beberapa komandan Hamas serta anggota biasa kelompok itu pula tewas dalam serbuan tersebut. Kematian Arouri membuat Hamas kehabisan salah satu penghubung berarti dengan Iran serta kelompok perlawanan di Lebanon serta Suriah.

Israel pula melancarkan bermacam serbuan lain ke Palestina serta Suriah. Serbuan Israel pula menyasar para komandan Jihad Islam.

Israel tidak sempat mengakui serangan- serangan itu. Walakin, bukti- bukti menampilkan senjata penyerang terbuat Israel.