Israel Mengubah Strategi Perang Mereka

Israel Mengubah Strategi Perang Mereka

Israel Mengubah Strategi Perang Mereka – Militer Israel, Senin( 1/ 1/ 2024), mengonfirmasi lagi menarik ribuan prajuritnya dari Jalan Gaza. Langkah ini dinilai selaku dini dari pembedahan keseriusan rendah( contra insurgency ataupun Co In) melawan kelompok Hamas.

Langkah politik PM Netanyahu tersebut pernah memunculkan keluhan besar di Israel pada pertengahan tahun 2023 saat sebelum rusak perang Israel- Hamas.

Para politisi Israel memperingatkan tentang mungkin perpecahan serta runtuhnya persatuan nasional dengan langkah reformasi peradilan dengan mengebiri kekuasaan Mahkamah Agung yang mestinya jadi puncak kekuasaan hukum.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah hendak meneruskan pembedahan militer hingga Hamas musnah serta 100 sandera yang tersisa sukses dibebaskan.

Israel dikala ini terletak di dasar tekanan internasional buat menghentikan serbuan di Gaza yang telah membunuh nyaris 22. 000 orang Palestina, sebagian besar merupakan wanita serta anak. Menteri Luar Negara Amerika Serikat Anthony Blinken kesekian kali menekan Israel buat melindungi masyarakat sipil Palestina. Blinken dijadwalkan mendatangi Israel serta kawasan Timur Tengah minggu depan.

Militer Israel mengumumkan, sebanyak 5 brigade( kurang lebih 15 batalyon) hendak ditarik mundur dari Jalan Gaza dalam sebagian minggu. Sebagian brigade hendak kembali ke pangkalan buat latihan serta penyegaran, sebaliknya prajurit cadangan senior babe138 hendak kembali ke rumah. Para prajurit cadangan tidak diizinkan kembali ke tempat kerja, melaksanakan usaha, ataupun kembali ke kampus untuk yang lagi menempuh pembelajaran.

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari tidak menarangkan apakah penarikan mundur pasukan jadi indikator fase baru pembedahan militer Israel di Jalan Gaza.” Sasaran dari perang( di Gaza) memerlukan pembedahan militer lebih lama. Kami merancang pembedahan militer cocok kebutuhan tersebut,” kata Hagari, Pekan( 31/ 12/ 2023).

Langkah penarikan mundur itu sejalan dengan rencana para pemimpin Israel buat melaksanakan pembedahan militer keseriusan rendah, ialah pembedahan anti- gerilya yang diperkirakan hendak berjalan selama tahun 2024. Pembedahan anti- gerilya itu hendak difokuskan pada pusat kekuatan serta kantong- kantong pertahanan kelompok Hamas.

Media Israel, Jerusalem Post, memberitakan, militer Israel menciptakan senapan- senapan buatan Cina yang diucap digunakan kelompok Hamas dalam perang kota di Jalan Gaza. Pihak Israel hendak mengontak Kedutaan Besar Cina di Tel Aviv terpaut penemuan tersebut.

Israel mengklaim nyaris menggapai sasaran pembedahan di utara Jalan Gaza sehingga tidak membutuhkan bonus pasukan di situ.

Jalan Gaza selatan, tempat sebagian besar masyarakat Palestina mengungsi, pula tidak luput dari serbuan Israel.

Israel bersumpah hendak menumpas kekuatan militer serta pemerintahan Hamas. Perang kali ini dipicu serbuan Hamas bertepatan pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang menyebabkan 1. 200 orang tewas serta 240 orang dijadikan sandera.

Israel membalas dengan serbuan darat, laut, serta hawa yang membunuh 21. 900 masyarakat di Jalan Gaza. Lebih dari 60 persen korban di Jalan Gaza merupakan wanita serta kanak- kanak. Pihak Israel berkata, sebanyak 173 prajurit mereka tewas dalam pembedahan darat di Jalan Gaza.

Israel pula mengklaim telah membunuh 8. 000 anggota Hamas. Israel menyalahkan Hamas selaku pemicu tingginya korban masyarakat sipil. Israel menuduh Hamas beroperasi di area hunian masyarakat, sekolah, serta rumah sakit.

Dengan ketegangan politik serta kekerasan militer Israel bersinambung, Amerika Serikat mengumumkan menarik gugus tugas kapal induk serta mengubahnya dengan satuan kapal amfibi yang didukung sebagian kapal perang.

Angkatan Laut AS, mengumumkan, Pekan( 31/ 12/ 2023), hendak menarik mundur satgas Kapal Induk USS Gerald R Ford dari perairan Laut Mediterania dekat Israel. Satgas kapal induk tersebut hendak digantikan Kapal Amfibi USS Bataan yang dikawal sebagian kapal perang.

Pada dikala bertepatan Amerika Serikat mengirimkan armada kapal- kapal perang ke Laut Tengah serta Laut Merah buat melindungi Israel serta akibat serbuan Houthi.

Pertempuran di Jalan Gaza dikhawatirkan meluas ke kawasan Timur Tengah. Israel saat ini ikut serta dalam bermacam pertempuran melawan kelompok Hezbollah di Lebanon. Israel pula melanda sasaran di Suriah.

Jet tempur serta drone Israel melanda bermacam sasaran di selatan Lebanon. Salah satu sasaran merupakan Desa Kfar Kila yang membunuh 3 orang. Kelompok Hezbollah mengaku 3 korban merupakan anggota mereka.

Semenjak kontak senjata di perbatasan Lebanon- Israel bertepatan pada 8 Oktober 2023, telah 133 pejuang Hezbollah serta 20 masyarakat sipil terbunuh di Lebanon.

Bertepatan itu, kelompok Houthi di Yaman menembakkan rudal jarak jauh ke Israel serta melanda kapal dagang sipil terpaut Israel di Laut Merah. Pelabuhan Israel di Eilat, Teluk Aqaba, saat ini mati sebab konflik di Jalan Gaza yang merangsang serbuan di perairan Laut Merah.

Sedangkan itu, di Jalan Gaza, pertempuran di Khan Younis masih berlangsung sengit. Masyarakat berkata, terdapat serbuan hawa serta tembakan artileri Israel di bagian barat serta pusat kota Khan Younis. Pertempuran pula terjalin di kamp pengungsi di daerah tengah Jalan Gaza yang jadi sasaran serbuan Israel minggu kemudian.

Wartawan AP melihat 17 jenazah, tercantum 4 anak kecil, dibawa ke Rumah Sakit di kota Deir Angkatan laut(AL) Balah sehabis rudal Israel menghantam suatu rumah masyarakat.” Ini merupakan perihal biasa: pengeboman, pembantaian, serta mati syahid,” kata Said Mustafa, masyarakat Palestina di kamp pengungsi Nuseirat.

Departemen Kesehatan Gaza mengantarkan, 156 masyarakat terbunuh kemarin, pada Tahun Baru 1 Januari 2024. Pihak Israel mengklaim serbuan mereka menewaskan Adel Mismah, Komandan Regional Satuan Elite Hamas Nukhba di Deir Angkatan laut(AL) Balah.

Perang Israel di Jalan Gaza pula menyebabkan 85 persen penduduk jadi pengungsi. Dikala ini para pengungsi dalam kondisi kelaparan serta kedinginan dan terserang bermacam wabah penyakit. Para pengunsi tinggal di tenda- tenda pengungsian cocok arahan Israel. Walaupun demikian, posisi pengungsian mereka pula senantiasa dibom oleh Israel.

Sebulan saat sebelum penerapan gencatan senjata, desakan gencatan senjata sudah digaungkan para pemimpin Barat yang takut pertempuran Israel- Hamas bakal meluas serta mendestabilisasi kawasan Timur Tengah. Negara- negara Barat mempunyai ketergantungan yang sangat besar terhadap stabilitas kawasan produsen sepertiga( 31, 1 persen) minyak dunia ini.

Perang pula sudah banyak memakan korban rakyat sipil. Tidak heran bila Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, PM Kanada Justin Trudeau, PM Italia Giorgia Meloni, Presiden Perancis Emmanuel Macron, serta Kanselir Jerman Olaf Scholz memohon pembebasan seluruh sandera serta membuka jalan kemanusiaan buat Gaza( Kompas, 22/ 10/ 2023).

Dikala itu, militer Israel lagi gencar melancarkan pengeboman besar- besaran ke Gaza serta serbuan darat terbatas. Strategi Israel merupakan memencet Hamas secara masif secara militer supaya mereka bersedia melepas sandera.

Dalam konferensi pers bersama, PM Israel Benjamin Netanyahu serta Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant berkata Hamas wajib

dituntut ke meja negosiasi walaupun perihal itu sangat lingkungan.

” Terus menjadi besar tekanan militer, ialah terus menjadi besar energi tembak serta terus menjadi kerap kita melanda Hamas—semakin besar kesempatan kita buat bawa mereka( Hamas) ke titik di mana mereka hendak menyetujui pemecahan yang membolehkan kembalinya orang- orang yang kita cintai,” kata Gallant sebagaimana dilaporkan halaman Angkatan laut(AL) Jazeera, Sabtu( 28/ 10/ 2023).

Di dalam negara Israel, strategi Angkatan Hawa Israel membombardir Gaza besar- besaran sesungguhnya menemukan penentangan dari keluarga para sandera yang takut dengan keselamatan kerabatnya yang disandera. Terlebih pada dikala itu Hamas masih bersikeras memohon Israel buat membebaskan segala tahanan masyarakat Palestina yang terdapat di penjara- penjara Israel selaku jaminan keamanan para sandera yang ditahan Hamas pada serbuan 7 Oktober 2023.