Bagi China Biden Dengan trump Sama Saja

Bagi China Biden Dengan trump Sama Saja

Bagi China Biden Dengan trump Sama Saja – Cina memantau pertumbuhan kampanye kepresidenan Amerika Serikat dengan waswas. Tidak terdapat yang lebih baik ke Beijing. Karena, keduanya bersama keras ke Cina demi menarik pemilih.

Biden menampilkan atensi melindungi komunikasi dengan Cina. Di dikala yang sama, Biden pula terus menggalang Indo- Pasifik buat melawan Cina. AS pula terus menunjang Taiwan. Cina senewen sebab Biden kesekian kali sesumbar hendak menolong Taiwan bila terjalin konflik dengan Cina.

Ada pula Trump dapat jadi tidak hendak sekuat Biden dalam menunjang Taiwan sebab pendekatan isolasionisnya. Salah satu indikasinya, dia menuding Taiwan merebut industri semikonduktor AS. Untuk Beijing, itu ciri Washington bisa jadi tidak ingin habis- habisan membela Taipei.

Perkaranya, perang dagang AS- China dahulu diawali di masa Trump. Tidak hanya itu, Trump pula sempat menuding Cina pemicu menyebarnya pandemi Covid- 19 sehingga membuat ikatan kedua negeri memburuk.

Siapa juga yang menang pula mempengaruhi perdamaian di Asia Pasifik,” kata Guru Besar Ikatan Internasional di Universitas Fudan, Shanghai, Zhao Minghao, kepada Associated Press, Selasa( 30/ 1/ 2024).

Komentar nyaris selaras dilontarkan Periset di Pusat Keamanan serta Strategi Internasional di Universitas Tsinghua, Sun Chenghao. Sun memperhitungkan, kebijakan AS ke Cina serta persaingan AS- China hendak berganti terlepas dari siapa juga Presiden AS.

Untuk Sun, dapat jadi Presiden Cina Xi Jinping menyangka Biden lebih jinak. Keberatan Beijing ke Biden cuma sebab Biden fokus menggalang aliansi mengalami Cina.

Kebalikannya, sebagian warganet Cina memandang Trump bibir69 lebih baik. Mereka mengganggap, sebab latar belakangnya selaku pengusaha, Trump dapat diajak berunding. Perihal itu dapat menguntungkan Cina.

Apalagi, terdapat julukan” Chuan Jianguo” buat Trump. Julukan itu berarti” Trump, pembangun bangsa( Cina)”. Dengan kata lain, Trump dikira menolong Cina.

Direktur Program Cina di Stimson Center AS, Sun Yun, tidak seluruhnya sepakat dengan asumsi itu. Di satu sisi, dapat saja Trump menguntungkan Cina. Triknya, Trump mengganggu aliansi serta kemitraan AS dengan beberapa negeri.

Perkaranya, tidak terdapat jaminan Trump tidak hendak mengganggu pula ikatan AS- China.” Dengan Trump, tidak terdapat bawah untuk ikatan AS- China. Trump pula berisiko serta serba tidak jelas ke mana arah serta apa keinginannya. Seluruh serba tidak jelas, tercantum mungkin konflik militer,” ucapnya.

Ikatan AS- China di masa Trump naik turun. Beijing marah kala Trump menerima perkataan selamat dari Taiwan sehabis menang pemilu 2016. Di lain peluang, ikatan AS- China mesra sehabis Xi- Trump berjumpa di sangraloka kepunyaan Trump di Florida pada April 2017.

Ikatan memburuk lagi sebagian bulan setelah itu. Tidak terdapat angin tidak terdapat hujan, Trump mengawali perang dagang. Dia menaikkan tarif bea masuk impor pada aneka komoditas dari Cina. Beijing membalasnya.

Sebab itu, di pemilu AS 2020, Cina berharap Trump kalah serta Biden menang. Nyatanya, Biden juga sama saja. Di masa Biden, penggalangan aliansi militer mengalami Cina malah kian gencar.

Biden gencar menghalangi ekspor aneka teknologi ke Cina. Sekutu- sekutu AS ditekan supaya kurangi ekspor ke Cina. Investasi Cina ke AS pula dibatasi. Puncaknya, Biden menyebut Xi selaku diktator.

Travis King( 23), tentara Amerika Serikat yang lari ke Korea Utara pada 18 Juli 2023, saat ini telah terletak dalam tahanan AS. King hendak lekas dipulangkan sehabis diusir dari Korea Utara ke Cina.

Proses panjang upaya pembebasan King yang berlangsung nyaris 2 bulan ini mengaitkan banyak pihak, paling utama Perserikatan Bangsa- Bangsa, Swedia, serta Cina. Swedia mewakili kepentingan AS di Korea Utara. Karena, Washington tidak memiliki ikatan diplomatik dengan Pyongyang.

Kedutaan Besar Swedia di Pyongyang menerima King di dalam daerah Korea Utara. Sehabis itu, King dibawa ke Cina. Dalam statment pada Rabu( 27/ 9/ 2023) siang waktu Washington ataupun Kamis dini hari Wib, juru bicara Kementerian Luar Negara AS, Matthew Miller, berkata, Duta Besar AS buat Cina Nicholas Burns berjumpa dengan King di Dandong. Kota itu terletak di perbatasan China- Korut.

Dari Dandong, King hendak diterbangkan ke Shenyang, Cina. Sehabis itu, dia dibawa ke Pangkalan Hawa Osan di Korea Selatan. King direncanakan datang di AS pada Rabu malam waktu setempat ataupun Kamis siang Wib.

King dilaporkan terletak dalam kondisi sehat serta” sangat senang” dapat kembali ke AS. King telah berbicara dengan keluarganya sehabis dibebaskan dari Korut.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengantarkan apresiasinya kepada Swedia serta Cina atas upaya diplomatik mereka. Rincian menimpa upaya diplomasi pemindahan King ini belum dikenal.

Tetapi, pembebasan itu menampilkan kerja sama yang tidak sering terjalin antara AS, Korut, serta Cina. Memanglah, Miller memandang pengembalian King tidak dapat dilihat selaku wujud terobosan terkini dalam ikatan AS serta Korut.

Miller menyebut Cina berfungsi sangat konstruktif dalam pembebasan King. Walakin, Cina bukan penengah dalam proses itu. Cina cuma jadi pintu King keluar dari Korut. AS tidak berikan konsesi apa juga kepada Korut atas pembebasan King.

” Insiden ini menampilkan berartinya melindungi jalan komunikasi senantiasa terbuka, apalagi kala keadaan ikatan lagi tegang. Serta, memanglah dapat membuahkan hasil.
Kantor kabar Korea Utara, KCNA, mengatakan pengusiran King diambil sehabis terdapat pengakuan dari tentara AS itu. Sepanjang interograsi, King mengaku merambah Korut secara ilegal sebab kecewa terhadap sikap rasisme di militer AS. Dia mengaku mau berlindung di Korut ataupun di tempat lain sebab hadapi penganiayaan serta diskriminasi rasial di tempatnya bertugas.

Semacam dilaporkan pada Juli 2023, King seketika masuk ke Korut dari Korea Selatan kala lagi turut touring ke Kawasan Keamanan Bersama di Zona Demiliterisasi( DMZ). Ia langsung ditahan Korut serta diperlakukan selaku permasalahan imigrasi ilegal.

Kepada ABC News pada Agustus 2023, salah satu paman King, Myron Gates, pula menyebut soal rasisme yang dirasakan keponakannya sepanjang bertugas. Kala dipenjara di Korsel serta wajib bekerja di bengkel penjara pada 24 Mei- 10 Juli 2023, King terdengar mulai berganti.

Sedangkan perwakilan keluarga King, Jonathan Franks, berterima kasih kepada Angkatan Darat AS serta seluruh pihak yang ikut serta pembebasan King. King, yang bergabung dengan militer AS pada Januari 2021, mengalami 2 tuduhan penyerangan di Korsel.

Dalam dokumen majelis hukum Korsel disebutkan King mengaku bersalah atas permasalahan penyerangan serta penghancuran properti universal. King mengganggu mobil polisi serta melontarkan perkata kotor pada masyarakat Korsel. Karena, dia kandas membayar denda sehabis mengganggu mobil polisi.

King sesungguhnya telah diresmikan buat kembali ke AS pada 17 Juli 2023. Di AS, dia hendak kembali dihukum oleh Angkatan darat(AD) AS. Walakin, King sukses menjauhi naik ke pesawat yang sepatutnya ia naiki di Lapangan

terbang Internasional Incheon, Korsel. Dari lapangan terbang, dia menyelinap serta bergabung dengan kelompok turis yang pesiar di DMZ. Dari situ, dia kabur ke Korut.

Pada Agustus kemudian, bagi kantor kabar Yonhap, AS memperoleh data dari Swedia kalau Korut mau melepaskan King. Keputusan Korut buat melepaskan King” tanpa konsesi” ini tingkatkan harapan hendak dimulainya kembali upaya diplomasi antarkedua negeri.

Interaksi diplomasi AS- Korut antara lain soal negosiasi nuklir. Negosiasi itu terhenti semenjak Februari 2019 ataupun sehabis pertemuan puncak tanpa konvensi di Hanoi, Vietnam.