Anggota Navy Tewas Saat Masuk Ke Kapal Iran

Anggota Navy Tewas Saat Masuk Ke Kapal Iran

Anggota Navy Tewas Saat Masuk Ke Kapal Iran – Aba- aba Tengah Amerika Perkongsian membetulkan 2 tubuh kawanan istimewa Angkatan Laut mereka berpulang. Para prajurit itu dini mulanya diklaim sirna kala berusaha menaiki kapal Iran.

Kodrat 2 prajurit itu dibeberkan pada Minggu( 21 ataupun 1 ataupun 2024) petang lama Florida atau Senin dini hari Wib. Aba- aba Tengah, otak operasi angkatan AS di Afrika Utara dan Timur Tengah, berkata pencarian selama 10 hari terakhir tidak berhasil.

” Kita berbelasungkawa atas kehilangan 2 prajurit tubuh kawanan istimewa Angkatan laut( Angkatan laut(AL)) kita. Kita akan memuliakan pengabdian mereka,” tutur Panglima Aba- aba Tengah AS Jenderal Michael Kurilla.

Aba- aba Tengah mengumumkan, pencarian 2 prajurit itu menyangkutkan angkatan AS, Jepang, dan Spanyol. Pencarian dicoba di perairan 21. 000 mil persegi.

Pencarian dihentikan sesudah status 2 prajurit itu diklaim berpulang. Dikala ini, status operasi ditukar jadi pengobatan.

Dalam pernyataan dini, 2 prajurit itu diklaim sirna pada 11 Januari 2024. Mereka diucap karam menaiki kapal yang disasar kawanan istimewa Angkatan laut( Angkatan laut(AL)) AS di dekat Laut Merah.

omando Tengah melawan mengungkap fakta diri prajurit, posisi pasti insiden, dan kapal sasaran. Untuk Nikkei Asia, para prajurit itu bagian dari kalangan yang berusaha menerobos kapal di Teluk Aden, perairan di antara Somalia dan Yaman.

Kapal itu diucap mengangkut bagian persenjataan dari Iran ke Yaman. Seluruh bagian itu tertuju ke Houthi, kalangan pembangkang di Yaman.

Laman Aba- aba Tengah AS pada hari- hari dikala saat sebelum dan setelah peristiwa itu unggah sebagian lukisan dan film. Dalam uraian lukisan dikatakan sebagian kapal dan bagian persenjataan yang diangkutnya. Kapal itu diucap dipakai agen Iran untuk mengirim persenjataan ke Yaman.

Aba- aba Tengah AS berkata, kalangan yang terdiri dari prajurit sial itu tidak terkait dengan Operasi Pengawal Kelimpahan. Operasi itu dilancarkan AS dan sekutunya untuk mengamankan jelukan pelayaran Laut Merah dari bidasan Houthi.

Dari November 2023, Houthi berulang kali menembakkan timah panas kontrol dan melayangkan pesawat nirawak berpeledak. Sasarannya kapal- kapal niaga dan pengangkut minyak serta gas di Laut Merah. Hanya kapal AS, Israel, dan sekutunya jadi sasaran bidasan itu.

Houthi mengumumkan, bidasan akan kemudian dilancarkan selama Israel lagi menerobos Gaza. Sebaliknya AS dan sekutunya berkata, bidasan itu mengancam keinginan mereka.

Kita menyerang dan memusnahkan timah panas kontrol itu berlaku seperti pembelaan diri,” sedemikian itu pernyataan Aba- aba Tengah AS melalui perlengkapan sosial.

AS dan Inggris pula telah beberapa kali menyerang Yaman. Sasaran bidasan bibir69 diklaim bermacam berbagai alat Houthi. Bidasan diklaim untuk melemahkan kemampuan Houthi mengganggu pelayaran di Laut Merah.

Sebaliknya dalam pertanyaan jawab dengan CNN, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al- Saud berkata kesedihan atas ketegangan di zona. Bawah serang AS- Houthi bisa jadi perang terbaru di zona.

Sedangkan itu, Timur Tengah lagi pusing oleh Perang Gaza.” Kita terdapat dalam masa yang amat sulit dan berbahaya di zona ini, dan semacam itu mengapa kita melantamkan deeskalasi,” ucapnya.

Wirausaha di berbagai negara mengeluhkan ketegangan di Laut Merah. Sebab, aspek upaya mereka terhalang sebab jelukan pelayaran di sana tersendat.

Jelukan itu berarti untuk pengiriman berbagai benda niaga garis besar. Salah satu eksportir perlengkapan pemindahan asal Tiongkok, Fuzhou Han Changming International Trade Co Ltd, berterus jelas ada lonjakan biaya pengiriman ke Afrika.

Dari 3. 000 dollar AS, bayaran menyewa boks kemas arah China- Eropa naik jadi 7. 000 dollar AS.” Kita ini melenyapkan keuntungan yang sudah ceper,” sedemikian itu pernyataan Fuzhou Han Changming International Trade Co Ltd.

Pabrik itu tidak hanya mengeluhkan ekskalasi biaya menyewa boks kemas. Ada pula lonjakan tambahan asuransi karena efek meningkat di Laut Tengah.

Keluhkesah senada di informasikan Yang Bingben, produsen katup mesin manufaktur dari zona Wenzhou, Tiongkok. Yang berterus jelas banyak menghapuskan antaran sebab bayaran pengiriman membengkak dari keamanan Laut Merah tersendat.

Kehabisan Yang bukan hanya dari pembatalan antaran. Dia pula luka karena telanjur membeli modul bawah yang telanjur diolah sebagian.” Kayaknya saya menyongsong antaran yang membuat saya kehilangan uang,” ucapnya.

Dia dikala ini khawatir tidak bisa melunaskan pemasukan pegawai.” Apabila saya tidak mempunyai cukup pekerjaan untuk diserahkan pada mereka, saya khawatir mereka tidak akan mampu mencari nafkah,” ucapnya.

Bukan hanya pabrik asli Tiongkok, pabrik dari Eropa yang bertugas di Tiongkok pula hadapi pembatalan pemesanan. Mengenai itu antara lain dibeberkan Pimpinan Operasi KidKraft Mike Sagan. Produsen mainan anak itu memberi tahu konsumen di Eropa telah berharap akad antaran.

Kebimbangan pula dibeberkan Pimpinan KTC Gerhard Flatz. KTC, produsen pakaian olahraga di Dongguan, Tiongkok, itu hadapi kasus pengiriman dari keamanan Laut Merah tersendat. Flatz berkata, ada kebimbangan sebagian pabrik terpaksa tutup.

Penanam modal Eropa di Tiongkok khawatir dengan keamanan jelukan laut berarti itu. Kegelisahan antara lain dibeberkan penggagas IC Trade, Marco Castelli. Pabrik itu membuat bagian pakar mesin mesin yang diekspor ke Eropa.

Castelli khawatir, sebagian penanam modal akan memindahkan pabrik dari Tiongkok ke India. Dari India, ekspor melalui arah alam bisa dicoba dan jaraknya lebih dekat ke Eropa.

Tiongkok dikala ini berusaha memediasi berbagai pihak bentrok di Timur Tengah. Pertama Menteri Tiongkok Li Qiang berkata, kelancaran hubungan cadangan garis besar harus dilindungi.

Aba- aba Tengah Amerika Perkongsian mengatakan lagi mencari 2 tubuh kawanan istimewa angkatan laut. Para prajurit itu sirna dalam operasi di Teluk Aden, perairan yang menyangkutkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.

Dalam pernyataan pada Sabtu( 13 ataupun 1 ataupun 2024) siang lama Florida atau Minggu dini hari Wib, pencarian dicoba dari Jumat dini hari. Sebab, 2 prajurit itu sirna sesudah jatuh ke laut pada Kamis malam.

” Pencarian dan penjagaan lagi berjalan untuk mencari 2 bahariwan nelayan. Untuk keamanan operasi, kita tidak akan mengungkap informasi tambahan sampai operasi pencarian selesai. Buat memuliakan keluarga terdampak, kita tidak akan mengungkap informasi tubuh yang sirna,” sedemikian itu pernyataan Markas Aba- aba Tengah AS.

Untuk disaat ini, kedua prajurit itu hanya diucap bertugas di Armada Ke- 5 AS. Armada itu bermarkas di Manama, Bahrain. Sebaliknya Aba- aba Tengah AS bermarkas di Tampa, Florida.

Aba- aba Tengah bertanggung jawab pada operasi angkatan AS di Timur Tengah dan sebagian Afrika. Aba- aba itu, antara lain, lagi menata Operasi Pengawal Kelimpahan dan bidasan ke bermacam berbagai alat Houthi di Yaman.

Dikabarkan ABC News, kedua prajurit sirna itu tidak terkait dengan Operasi Pengawal Kelimpahan atau bidasan pada Houthi. Sebagian administratur AS, yang melawan identitasnya dibeberkan, hanya berkata kedua prajurit itu bagian dari kalangan yang bertugas di tepi laut Somalia.

Lama dan posisi pasti operasi yang menyangkutkan kedua prajurit itu tidak dibeberkan. Hanya diucap insiden berjalan di dekat Teluk Aden.

Peristiwa diucap berawal kala salah seorang prajurit karam naik kapal, setelah itu terperangkap ke laut. Sesuai tata cara standar kawanan istimewa Angkatan laut( Angkatan laut(AL)) AS, tubuh lain harus menolong rekannya yang terperangkap. Rupanya, upaya dorongan itu karam dan keduanya malah sirna sampai dikala ini.

Para prajurit itu diucap bagian dari kalangan yang akan memeriksa muatan dasar tangan di salah satu kapal. Tidak ada informasi pasti persoalan fakta diri kapal dan muatannya.

Mengenai yang jelas, tidak cuma di tengah bidasan AS ke Yaman, operasi itu berjalan beberapa hari sesudah sebagian kapal disita Houthi dan Iran. Salah satu kapal itu ialah St Nikolas, tanker berbendera Kepulauan Marshall yang dituntut Iran mengubah arah pada Kamis siang. Kapal itu dikala ini menyudahi Bandar- e- Jash, Iran.